Community Trend Stories & News From Brands We Love

Sumber foto: Star Clozetter saskilya

Meski susah untuk dijalani, gaya hidup sehat mampu menjadi tren sejak tahun lalu. Banyak orang menjalani hidup sehat dengan mengubah pola makan menjadi vegetarian dan vegan. Sayangnya pengertian vegetarian dan vegan sering kali salah diartikan. Vegetarian dan vegan merupakan dua hal yang berbeda. Berikut penjelasan dari dr. Susianto Tseng (President of Vegan Society Indonesia & Founder of World Vegan Organization).

Vegetarian

Seorang vegetarian tidak mengonsumsi segala jenis daging yang berasal dari hewan, termasuk hewan laut. Namun, seorang vegetarian masih mengonsumsi turunan hewan, contohnya adalah telur dan susu. Berbagai macam alasan untuk memutuskan seseorang menjadi vegetarian, salah satunya adalah kesehatan. Pola hidup vegetarian memiliki beberapa jenis, seperti flexitarian yang dapat kamu simak lebih lanjut disini.

Vegan

Seorang vegan sama sekali tidak mengonsumsi daging ataupun turunan hewan. Biasanya seseorang memutuskan untuk menjadi vegan dengan alasan ethical. Seorang vegan tidak menggunakan pakaian, sepatu, benda-benda, termasuk kosmetik yang mengandung unsur hewan.


Jika kamu ingin mencoba pola hidup vegetarian dan vegan, kamu tidak usah khawatir akan gizi. Meski gizi seimbang sering dikaitkan dengan 4 sehat 5 sempurna yang memasukan produk hewani kedalamnya, kini tidak lagi sama. Pada tahun 2014 terdapat perubahan terhadap pandangan gizi seimbang. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, isi piring yang baik adalah 1/3 sayuran, 1/3 makanan pokok seperti nasi, 1/6 buah-buahan, dan 1/6 lauk-pauk seperti daging.

Dr. Susianto menjelaskan bahwa daging merupakan lemak jenuh yang dikenal sebagai lemak “jahat”. Pada daging ayam, kamu bisa menemukan lemak sebesar 25% sedangkan pada tempe memiliki lemak tak jenuh atau lemak “baik” sebesar 44%. Kamu dapat mengganti lauk-pauk daging dengan nabati untuk mencukupi gizi seimbang. Selain sehat, kamu dapat menghemat uang jajan.