Community Trend Stories & News From Brands We Love

sumber foto : Clozette Ambassador Wynneprasetyo


Setelah melahirkan, para ibu rentan mengalami gangguan atau perubahan mood. Suasana hati yang kerap berubah pasca kelahiran bayi adalah hal yang lumrah dialami oleh para ibu. Biasanya ibu akan mengalami kondisi emosional yang tidak menentu seperti menjadi tidak sabar, mudah marah, tersinggung, rasa khawatir yang berlebih hingga terus menangis tanpa alasan yang jelas.

Kondisi ini dikenal sebagai Baby Blues Syndrome. Bagi ibu yang masih asing dengan istilah tersebut, Baby Blues Syndrome merupakan bentuk gangguan emosi ringan yang paling umum dialami oleh sebagian besar ibu pasca melahirkan. Baby Blues biasanya dipicu oleh faktor-faktor yang sifatnya kejiwaan, serta perubahan hormon yang turut mempengaruhi kestabilan emosi.

Meski baby blues masih terbilang lumrah, namun kondisi tersebut dapat menjadi masalah jika tidak segera diatasi. Itu sebabnya, ibu perlu melakukan langkah pencegahan demi mengantisipasi terjadinya baby blues pasca melahirkan. Bagaimana cara mencegahnya? Yuk, simak ulasan berikut ini.


Bicarakan kekhawatiran Para Ibu

Hal pertama yang bisa ibu lakukan jika mengalami Baby Blues Syndrome adalah membicarakannya dengan dokter. Dengan membicarakan bersama ahlinya, ibu juga bisa sekaligus mendeteksi tanda-tanda depresi yang mungkin tidak pernah disadari.

Selain itu, ibu juga dapat bertemu dengan komunitas para moms baru untuk sekedar sharing pengalaman dan berbagi masalah yang tengah dihadapi sehingga membuat ibu merasa lebih tenang. Dengan begitu, ini bisa menjadi cara untuk membantu para ibu mengendalikan gejalanya sebelum meluap di luar kendali.