Community Trend Stories & News From Brands We Love

sumber foto: instagram @unilever


Tentu kamu sudah tak asing lagi dengan klaim “for normal skin, for normal hair, for normal…” dalam setiap produk kecantikan yang beredar di pasaran. Akan tetapi, tahukah kamu bahwa penggunaan istilah 'normal' memunculkan kontroversi bagi sebagian orang? Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Unilever di 9 negara, menyatakan bahwa 56% responden merasa dikucilkan karena istilah tersebut. Bahkan, tujuh dari sepuluh orang juga setuju bahwa penggunaan istilah ‘normal’ pada kemasan produk dan iklan memiliki dampak negatif. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas responden ingin melihat industri kecantikan dan perawatan tubuh lebih berfokus untuk membuat orang merasa lebih baik, daripada semata terlihat lebih baik. 

Melihat hal tersebut, salah satu langkah yang bisa ditempuh adalah mengubah standar baru bagi kecantikan di dunia, seperti yang dilakukan oleh Unilever. Sebagai brand perawatan tubuh dan kecantikan ternama, Unilever ingin menciptakan standar baru bagi kecantikan yang setara, inklusif, serta berkelanjutan untuk kelangsungan planet bumi. Melalui hadirnya visi Positive Beauty yang diwujudkan dengan cara menghapus istilah ‘Normal’ dari semua iklan dan produk Unilever, seperti Dove, Sunsilk, Love Beauty and Planet, Pond’s dan masih banyak lagi.