Community Trend Stories & News From Brands We Love


Sejak pandemi berlangsung, pagi hari jarang dilewatkan tanpa menyapa matahari. Hal tersebut karena berjemur menjadi salah satu cara untuk menyerap sinar UV yang diolah menjadi Vitamin D oleh tubuh, guna meningkatkan imunitas dan merangsang hormon serotonin, yakni hormon yang membuat mood lebih bahagia.

 

Meskipun sinar matahari baik untuk tubuh, terdapat pula dampak negatif yang bisa ditimbulkan, khsususnya bagi kulit. Tak hanya menyebabkan kerusakan berupa sunburn, sinar UV dapat mempercepat penuaan dini, dan bahkan menjadi pemicu kanker kulit. Oleh karena itu, diperlukan perlindungan ekstra agar kamu bisa mendapatkan manfaat sinar matahari dan mencegah dampak buruknya.

 

Dr. Arini Astari Widodo, SpKK menjelaskan bahwa Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki UV indeks sangat tinggi dengan risiko yang cukup ekstrim. Meskipun kulit orang Indonesia jarang terbakar karena memiliki tipe kulit Fitzpatrick IV dan V, namun mudah menggelap dan berisiko terjadi beberapa jenis pigmentasi kulit. Penggunaan sunscreen secara rutin dengan minimal kandungan 30 SPF menjadi kebiasaan yang direkomendasikan dr. Arini agar terhindar dari dampak buruk sinar UV.